kau bukan milikku (memori about me)
July 12, 2007
aku sadar, kau bukan milikku… betapapun kukatakan cinta dan sayang, kau takkan dengan begitu saja jadi milikku… karena itu aku takkan mengatakannya berulang-ulang, hanya disini kukatakan sekali… aku sangat sayang padamu, bidadariku…
betapa aku ingin mempersembahkan setiap waktu yang tersisa dalam hidupku untuk dirimu, selalu berada disisimu saat kau membutuhkanku, menghapus sedihmu, dan tersenyum dipagi yang dingin disampingmu…
setiap saat gelombang prasangka itu menghancurkanku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya padamu karenanya… aku selalu berpikiran buruk tentangmu… namun ini kulakukan agar saat kemungkinan terburuk itu benar-benar terjadi, hatiku tidak mati…
aku masih mencintaimu… sama seperti dulu kuucapkan kata saat ingin memilikimu… tapi kini aku sadar, bahwa rasa sayang itu selalu bersifat memberi, dan tak pernah meminta… dan cinta selalu diberikan… tak pernah diambil… karena itu aku akan menyiapkan hatiku… jikalau suatu saat, kau memilihnya…
betapa perasaan terombang-ambing ini menyakitiku… seseorang pernah berkata padaku, bahwa aku sangat terlalu ingin menguasai saat mencintai… dan kini kusadar itu… akan mulai kucoba untuk membiarkan kisah kita mengalir apa adanya dengan senyum disetiap pagi… karena sungguh aku tahu bahwa kalimat "aku cinta kamu" takkan pernah berarti apa-apa…
kini aku akan terus mengatakan dengan tegas, bahwa aku selalu sayang kamu, di setiap pagi yang dingin saat aku membuka mata, sampai malam dimana aku menutup mataku…
dan bila saat itu tiba, dan ternyata kau memilihnya, maka dengan rasa sayangku kepadamu aku akan melepasmu… karena rasa sayangku akan selalu berharap yang terbaik untukmu, dan jika memang itu bukan aku, maka aku takkan memaksa… karena sayang dan cinta selalu memberi… tak pernah meminta dan memaksa.
namun jika saat itu kau memilihku, maka percayalah, aku akan selalu sayang kamu…
4 my swiit little pink strawberry rose…
malam-malamku sepi…
July 4, 2007
malam-malamku sepi tanpa kehadiranmu… betapa ingin kukatakan kalau aku benar-benar mencintaimu… menyayangimu… namun kau tidak ada di seberang sana… apakah kau merindukan hati yang lain?? entah. namun janjiku tetap tak berubah. aku akan bertahan disini… walaupun sesungguhnya aku juga membutuhkan kepastian, bukan terus diombang-ambingkan samudra kebimbangan, namun aku tetap akan menunggu..
asal kau tahu, bidadariku… bukan karena sms semangatmu aku semangat menjalani dunia… bukan karena misscall semangatmu… tapi karena sosokmu… jadi jika memang ternyata benar kau tidak mencintaiku… kumohon berbohonglah padaku… paling tidak sampai keadaan sungguh tak mampu memberikanmu ruang untuk berbohong, karena berdiri sendiri tanpamu… sungguh aku tak mampu…
aku minta maaf jika kau tidak senang melihat aku masih tertatih disini, sementara kau sudah terbang melanglang buana disana… jika memang kau sudah menemukan pohon lain yang mampu melindungimu dari terpaan angin dan guyuran hujan, peluklah pohon itu dengan cintamu… namun selama itu belum terjadi, kumohon terus berbohonglah padaku…
for my sweet little angel… if you don’t love me, please lie to me…
Memang Kami Hanya Jama’ah manusia…
July 2, 2007
terbangun pagi hari (atau malam hari?) pukul 2.15, karena deringan alarm dari rekanku. tak mampu tidur lagi, kuangkat tubuh ini dan keluar masjid, mangambil air wudlhu. keluar, terasa sejuknya dini hari menerpa kulit dan terasa segar di rongga hidungku.
turun dan mengambil air wudhlu yang sedikit menyegarkan dan sedikit menghilangkan kantung kantuk dibawah mata, segera kunaiki undakan kembali masuk masjid, berpapasan dengan Uztads Rosyid, keluar dengan terkantuk-kantuk.
"masih ada energi kantuknya, uztads…" kataku sambil tersenyum. beliau membalas senyumanku dan menarik nafas dalam-dalam. "menyerap energi pagi biar nggak ngantuk." katanya sambil tersenyum.
pukul 2.50, semua telah terbangun, mengambil air wudhlu dan mulai duduk di shof-shof depan masjid besar yang tua itu, dan beberapa saat kemudian, roka’at demi roka’at kami tegakkan, bersama ustadz Rosyid sebagai imam. perlahan tangis mulai terdengar di penjuru ruangan, disepanjang sholat malam itu. beberapa saat ustadz Rosyid lupa ayat surat pendek (atau panjang yah? soalnya seperti al Mutaffifin, al anfal, dsb) yang ia baca, dan dibenarkan oleh makmum dibelakang.
sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia, yang masih merasakan kantuk…
sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia, yang masih bisa salah dan lupa, khilaf dan alpa…
sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia yang tidak sempurna…
justru disini kita sebagai jama’ah manusia menjadi yang terbaik… berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari… dan berjuang demi agama 4JJI… ini perjuangan kami, jama’ah manusia…
(memori mabit di Syuhada, bersama para mujahid dakwah…3006-01072006)
maafkan aku, istriku…
July 1, 2007
"yayak…" kata sebuah suara. kulihat kau. Nisa, kekasihku dahulu. "hai…" katamu. "bagaimana kabarmu" katamu lagi. "eehm… baik…" kataku dengan suara yang agak bergetar. sungguh, aku telah lama tidak bertemu dirimu, dan kukira perasaan ini telah hilang ebrsama berlalunya waktu, namun saat aku melihatmu, ternyata perasaan itu kembali, dan bersama dengan itu, terputar kembalilah semua ingatan tentang kita, seperti film bisu. saat aku bersamamu, dengan mawar merah jambu, segala kata sayang yang terlontarkan, keindahan pribadimu, segala sesuatu yang terjadi, semua teringat. pelan mulutku terbuka, dan kata-kata yang dulu sering terlontar kembali terucapkan. "Nisa…" kataku, "Nisa, aku masih sayang…" tiba-tiba suaraku hilang. kuusahakan untuk melanjutkan kata-kataku, namun tak sedikitpun suara yang keluar. "kamu kenapa?" tanyamu lagi. suaramu nampak khawatir, sebuah perhatian yang dulu selalu kau berikan. lalu semuanya memburam…
mataku menatap langit-langit rumah saat aku membukanya. keringat dingin muncul bertotol-totol dikeningku. perasaan yang dulu sempat terlupakan kembali muncul dan seolah baru kemarin terjadi. sungguh aku kembali mengingatmu.
"mas?" tanya sebuah suara disampingku. segera kutolehkan wajah, melihat dirinya yang berbaring disampingku, memandangku khawatir. "mas kenapa?" tanyanya. Vita, istriku yang sudah setahun ini bersamaku. "mas mimpi buruk ya? makanya kalo mau bobo’ tuh jangan lupa berdo’a…" katanya lembut, berusaha menenangkan. tangannya yang lembut dan lentik terulur ke dahiku, mengusap keringat yang muncul. tak terasa airmataku mulai mengalir.
"mas?" tanya Vita. terdengar suaranya yang semakin khawatir. airmata mulai deras mengalir dan akupun mulai terisak. tangis ini tak mampu lagi kutahan. "mas kenapa…?" tanya VIta mulai panik. ia mulai memelukku seerat-eratnya, mencoba meredam tangis yang dengan hebat mengguncang tubuhku. aku segera menggelengkan kepala, sambil terus mencoba untuk menyudahi tangis ini. sulit sekali. "maaf…" kataku tak jelas diantara isak tangisku. "maaf…" kataku berkali-kali. Vita memandangku. tidak nampak tanda tanya, namun justru sebuah tatapan yang menenangkan. tatapan penuh rasa cinta dan seolah takut kehilanganku. saat itu aku sadar, bahwa kau telah berlalu, kekasaihku dulu… dan sekarang ada Vita yang sangat menyayangiku. perlahan isak tangisku reda, bersama mulai lenyapnya memori yang tadi teringat jelas. kupeluk Vita erat. kubisikkan maaf ditelinganya. aku mencintaimu, Vit… sangatlah bodoh jika aku tidak mencintaimu… aku mencintaimu…maaf Vit…
cerita ini cerita fiksi, semoga tangis ini tidak menjadi kenyataan, dan hanya menjadi mimpi buruk kemarin malam…