TAJASSUS! chapter 1
October 14, 2008
TAJASSUS…
tau arti kata itu? aku juga baru aja tahu, ketika mengikuti demonstrasi mendukung RUU pornografi di perempatan kantorpos besar disuatu hari jumat dibulan ramadan lalu. aku yang lagi males teriak2, jadi gak ikut berada ditengah perempatan, teriak takbir dan mendengarkan orasi dari para orator, melainkan memilih jalan2 disekitar perempatan sambil nenteng2 cat semprot.
buat apa?
soalnya begundal2 pendukung pesta selangkang, penolak RUU pornografi itu dengan sok hebatnya mencoret2 daerah titik nol jogja itu dengan coretan2 penolakan RUU. ya terpaksalah aku yang selama ini gak pernah ikut ngebomb, jadi beli cat semprot didekat daerah aksi, lalu menghapus coretan2 penolakan RUU itu. tentu saja setelah minta ijin pak ardi, ketua bkprmi dan anggota legislatif kota jogja. untung juga yang berpikiran untuk menghapus gak cuman aku, tapi ada pak tinggi gempal dari brigade masjid BKPRMI yang juga bawa cat semprot. jadilah obsesiku yang selama ini belum tersalurkan, tersalurkan saat itu juga. coret2!! berpahala, pula, insya alloh ![]()
nah…
setelah selesai corat-coret nutupi tulisan dukungan tak langsung pada kemaksiatan itu, aku langsung jalan2 sana sini, dari satu arah ke arah yang lain, sambil bawa selebaran dukungan buat RUU.
dari jalan timur perempatan, ke jalan selatan perempatan, (disini ketemu ma sesosok bidadari yang gak tahu namanya sapa, tapi kok menyejukkan hati
en kayaknya juga dia liat aku trus senyum deh… iya gak ci? :”>) terus ke jalan barat perempatan…
disini ketemu ma akh fauzan, koordinator dakwah hisbi di kecamatanku. setelah menyalami, ngobrol sebentar, aku mau pergi melanjutkan muter2ku, eeee… ada temen yang mendekati akh fauzan tadi.
“banyak jasus…” kata sang teman
“iya jelas.” kata Fauzan, sang putra ustad yang dulu sering ngisi dimasjidku.
lalu sang teman tadi berlalu. (pake “sang teman” soale gak tahu namanya hiuhuhiuh)
aku yang ingin tahu ya langsung tanya ma fauzan sambil pasang tampang bingung. jasus? apakah itu? apa yang diaku tuhan oleh nasrani? oh itu jesus dink ya hehehe.
“Tajassus itu memata matai, nha jassus itu mata-mata. intel.” kata fauzan menerangkan singkat. o0o…
baru tahu…
dapat satu kosakata lagi. jassus. intel.
jadi inget pas ikut kajian diorama (DIALOG RAMADHAN MALAM) di masjid kampus, dimana pembicaranya ustad guspur, ustad abu (ABU BAKAR BA”ASYIR) dan seorang pengamat juga baklon presiden, Fajroel Rachman. disana juga kayaknya banyak intelnya. banyak jassusnya. nha pas sholat subuh dimasjid kampung tercinta, dimana ada seorang akp didinas densus 88, tak omongin aja klo aku kemarin ikut kajian ustad abu en kayaknya banyak intelnya. eeee dianya ngomong, “ya iya, lha wong anak buahku tak turunkan empat.” heheheh… ternyata emang ada jasusnya…
-end of this-
TEKNIK INTEROGASI
October 13, 2008
metode-metode interograsi yang resmi diajarkan kepada
personil US Military oleh SERE ( US Military Training Program -
Survival, Evasion, Resistance, Escape ) :
1. Isolation.
Caranya tersangka ditempatkan di ruang tersendiri tanpa bisa
melakukan kontak apapun dg orang lain. Dalam periode tertentu tersangka
akan mengalami kegelisahan berat karena keinginan yg sangat kuat untuk
berinteraksi dengan orang lain.
2. Sleep Deprivation.
Dengan mencegah tersangka untuk tidur selama beberapa hari.
Setelah beberapa hari tersangka akhirnya diperbolehkan tidur tapi segera
dibangunkan lagi dan langsung di interograsi.
Mantan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pernah mengalami
ini pada saat dia ditahan KGB. Dia bilang,” Orang-2 terlihat seperti
diselimuti kabutdan rasanya aku sudah mati. Kakiku gemetaran hebat dan
SATU…hanya SATU keinginanku : TIDUR. kelaparan dan kehausan gk ada
apa-apanya dibandingkan ini.
Selain menimbulkan halusinasi, sleep deprivation yg lebih dari
24 jam akan menimbulkan kegilaan sementara.
3. Sensory Deprivation.
Metodenya dengan menempatkan tersangka di semacam tabung yg
mengisolasi total semua rangsangan dari luar. Tabung tersebut diberi
sebuah lubang kecil untuk tempat bernafas penghuninya. Pada percobaan yg
dilakukan terhadap 17 org subyek, hanya 6 orang yg bertahan sampai 36
jam. Yang lainnya mengalami kegelisahan berat dan kepanikan.
4. Stress Position.
Tersangka dipaksa berdiri selama berjam-jam tanpa diberi
pegangan apapun. Variasi lainnya selain berdiri tahanan juga disuruh
mengangkat lengannya. Metode ini pd penerapannya di lapangan berkembang
menjadi semakin inovatif seperti mengikat tangan kebelakang lalu
diikatkan lagi ke pergelangan kaki pada posisi “ditarik”.
5. Sensory Bombardment.
Caranya dengan menyuruh tahanan berdiri menghadap tembok. Mata
ditutup dan tangan diikat erat lalu tahanan akan dibombardir dengan
sinar lampu sangat terang dan suara-suara keras sehingga mengakibatkan
kekacauan indra tubuh akibat rangsangan yg berlebih, gangguan tidur dan
konsentrasi. Salah seorang sumber di tahanan menyebutkan ada seorang
tahanan yg “keras kepala” mengalami penyiksaan ini selama 7 hari non
stop.
6. Forced Nudity.
Metode ini banyak diterapkan tentara Amerika di Iraq saat
menginterograsi tawanan perang. Prakteknya dengan menelanjango tersangak
di depan tahanan yg lain dan membiarkannya tetap bugil dalam jangka
waktu yg lama. Akibatnya tersangka akan merasa malu luar biasa.
7. Sexual Humiliation.
Hal ini disesuaikan dengan budaya dan kepercayaan yg dianut oleh
si tersangka. Cara-caranya seperti tersangka dipaksa melakukan adegan
sex dengan sesama jenis, disuruh memakai pakaian wanita (utk tersangka
pria) lalu dipaksa menari striptease di depan personil wanita.
8. Cultural Humiliation.
Seperti poin diatas cara ini jg disesuaikan dengan budaya
setempat. Metode ini pada intinya memaksa tersangka melakukan sesuatu yg
menurut pandangan tersangka merupakan sesuatu yg dilarang atau
memalukan. Contohnya bagi muslim dipaksa makan babi. Selain itu bisa
juga dengan penghinaan-2 verbal sampai tersangka merasa sangat terhina
dan mematahkan semangatnya.
9. Extreme Cold.
Cara ini dulunya berasal dari China yg diterapkan kepada tahanan
politik atau para aktivis keagamaan. Umumnya tahanan secara rutin
tubuhnya diguyur air dingin dan dibiarkan berada di dalam atau di luar
ruangan yg jg bersuhu rendah. Ada juga yg dipaksa berdiri ditengah hujan
salju cuma mengenakan pakaian seadanya.
Metode yg berlawanan adalah menggunakan panas yaitu dgn
mengurung tahanan di semacam ruang sempit yg minim ventilasi dan bersuhu
tinggi. Disebut juga “hot box”. Tersangka baru akan dikeluarkan setelah
mau bekerjasama dengan interogatornya.
10. Phobias.
Phobias digunakan untuk menimbulkan perasaan panik pada diri
tersangka. Contohnya kalo si tersangka takut dengan laba-laba maka
selnya akan diisi penuh dengan laba-laba sampai tersangka tersebut
mengalami rasa takut dan panik yg luar biasa. Pada tahap tersebut
barulah interogasi dilaksanakan.
11. Water Boarding.
Metode ini belakangan dilarang digunakan dalam US Military. Tp
tidak ada yg menjamin apakah aturan tersebut benar-benar dilaksanakan
atau tidak. Waterboarding dilakukan dengan mengikat tubuh erat-erat
tersangka pada sebuah papan atau meja dengan posisi kaki lebih tinggi
drpd kepala, lalu matanya ditutup. Kemudian wajah tersangka disiram
dengan air berulang-kali dg teknik tertentu. Secara psikolog tersangka
akan merasa dirinya tenggelam dan timbul reaksi tersedak karena air yg
diguyurkan ke wajahnya itu. Metode ini sangat efektif karena dalam
percobaan yg dilakukan thd anggota CIA sendiri ternyata rata-rata mereka
hanya bertahan selama 14 detik !
ASYIKNYA…..