malam-malamku sepi…

July 4, 2007

malam-malamku sepi tanpa kehadiranmu… betapa ingin kukatakan kalau aku benar-benar mencintaimu… menyayangimu… namun kau tidak ada di seberang sana… apakah kau merindukan hati yang lain?? entah. namun janjiku tetap tak berubah. aku akan bertahan disini… walaupun sesungguhnya aku juga membutuhkan kepastian, bukan terus diombang-ambingkan samudra kebimbangan, namun aku tetap akan menunggu..

asal kau tahu, bidadariku… bukan karena sms semangatmu aku semangat menjalani dunia… bukan karena misscall semangatmu… tapi karena sosokmu… jadi jika memang ternyata benar kau tidak mencintaiku… kumohon berbohonglah padaku… paling tidak sampai keadaan sungguh tak mampu memberikanmu ruang untuk berbohong, karena berdiri sendiri tanpamu… sungguh aku tak mampu…

aku minta maaf jika kau tidak senang melihat aku masih tertatih disini, sementara kau sudah terbang melanglang buana disana… jika memang kau sudah menemukan pohon lain yang mampu melindungimu dari terpaan angin dan guyuran hujan, peluklah pohon itu dengan cintamu… namun selama itu belum terjadi, kumohon terus berbohonglah padaku…

for my sweet little angel… if you don’t love me, please lie to me…

terbangun pagi hari (atau malam hari?) pukul 2.15, karena deringan alarm dari rekanku. tak mampu tidur lagi, kuangkat tubuh ini dan keluar masjid, mangambil air wudlhu. keluar, terasa sejuknya dini hari menerpa kulit dan terasa segar di rongga hidungku.

turun dan mengambil air wudhlu yang sedikit menyegarkan dan sedikit menghilangkan kantung kantuk dibawah mata, segera kunaiki undakan kembali masuk masjid, berpapasan dengan Uztads Rosyid, keluar dengan terkantuk-kantuk.

"masih ada energi kantuknya, uztads…" kataku sambil tersenyum. beliau membalas senyumanku dan menarik nafas dalam-dalam. "menyerap energi pagi biar nggak ngantuk." katanya sambil tersenyum.

pukul 2.50, semua telah terbangun, mengambil air wudhlu dan mulai duduk di shof-shof depan masjid besar yang tua itu, dan beberapa saat kemudian, roka’at demi roka’at kami tegakkan, bersama ustadz Rosyid sebagai imam. perlahan tangis mulai terdengar di penjuru ruangan, disepanjang sholat malam itu. beberapa saat ustadz Rosyid lupa ayat surat pendek (atau panjang yah? soalnya seperti al Mutaffifin, al anfal, dsb) yang ia baca, dan dibenarkan oleh makmum dibelakang.

sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia, yang masih merasakan kantuk…

sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia, yang masih bisa salah dan lupa, khilaf dan alpa…

sungguh, kami hanyalah jama’ah manusia yang tidak sempurna…

justru disini kita sebagai jama’ah manusia menjadi yang terbaik… berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari… dan berjuang demi agama 4JJI… ini perjuangan kami, jama’ah manusia…

(memori mabit di Syuhada, bersama para mujahid dakwah…3006-01072006)

"yayak…" kata sebuah suara. kulihat kau. Nisa, kekasihku dahulu. "hai…" katamu. "bagaimana kabarmu" katamu lagi. "eehm… baik…" kataku dengan suara yang agak bergetar. sungguh, aku telah lama tidak bertemu dirimu, dan kukira perasaan ini telah hilang ebrsama berlalunya waktu, namun saat aku melihatmu, ternyata perasaan itu kembali, dan bersama dengan itu, terputar kembalilah semua ingatan tentang kita, seperti film bisu. saat aku bersamamu, dengan mawar merah jambu, segala kata sayang yang terlontarkan, keindahan pribadimu, segala sesuatu yang terjadi, semua teringat. pelan mulutku terbuka, dan kata-kata yang dulu sering terlontar kembali terucapkan. "Nisa…" kataku, "Nisa, aku masih sayang…" tiba-tiba suaraku hilang. kuusahakan untuk melanjutkan kata-kataku, namun tak sedikitpun suara yang keluar. "kamu kenapa?" tanyamu lagi. suaramu nampak khawatir, sebuah perhatian yang dulu selalu kau berikan. lalu semuanya memburam…

mataku menatap langit-langit rumah saat aku membukanya. keringat dingin muncul bertotol-totol dikeningku. perasaan yang dulu sempat terlupakan kembali muncul dan seolah baru kemarin terjadi. sungguh aku kembali mengingatmu.

"mas?" tanya sebuah suara disampingku. segera kutolehkan wajah, melihat dirinya yang berbaring disampingku, memandangku khawatir. "mas kenapa?" tanyanya. Vita, istriku yang sudah setahun ini bersamaku. "mas mimpi buruk ya? makanya kalo mau bobo’ tuh jangan lupa berdo’a…" katanya lembut, berusaha menenangkan. tangannya yang lembut dan lentik terulur ke dahiku, mengusap keringat yang muncul. tak terasa airmataku mulai mengalir.

"mas?" tanya Vita. terdengar suaranya yang semakin khawatir. airmata mulai deras mengalir dan akupun mulai terisak. tangis ini tak mampu lagi kutahan. "mas kenapa…?" tanya VIta mulai panik. ia mulai memelukku seerat-eratnya, mencoba meredam tangis yang dengan hebat mengguncang tubuhku. aku segera menggelengkan kepala, sambil terus mencoba untuk menyudahi tangis ini. sulit sekali. "maaf…" kataku tak jelas diantara isak tangisku. "maaf…" kataku berkali-kali. Vita memandangku. tidak nampak tanda tanya, namun justru sebuah tatapan yang menenangkan. tatapan penuh rasa cinta dan seolah takut kehilanganku. saat itu aku sadar, bahwa kau telah berlalu, kekasaihku dulu… dan sekarang ada Vita yang sangat menyayangiku. perlahan isak tangisku reda, bersama mulai lenyapnya memori yang tadi teringat jelas. kupeluk Vita erat. kubisikkan maaf ditelinganya. aku mencintaimu, Vit… sangatlah bodoh jika aku tidak mencintaimu… aku mencintaimu…maaf Vit…

cerita ini cerita fiksi, semoga tangis ini tidak menjadi kenyataan, dan hanya menjadi mimpi buruk kemarin malam…

kembali kumpul di sebuah rumah yang pernah menjadi saksi keinginan kami untuk membuat film yang mandeg ditengah jalan… segera menyetel kompy, karena ingin ngambil lagunya The Rain yang tadi pagi sudah didownload dengan kecepatan yang maha dahsya oleh rekan setia, mister semble.

"mble, mana The Rain nya?" tanyaku, sambil ngeklik-klik folder di kompy mister semble, yang kadang berbunyi "DUNG!!" saat memasuki folder yang ada tulisannya "not allowed". mbuh isinya apa… gak mau su’udzhon, gak mau su’udzon…

"ng folder lagu." kata mister semble, yang lagi duduk sambil garuk-garuk kelek. gak pernah mandi kali… khas orang putus cinta. hihihihihihihhi….

prekethekethekethek….. terdengar suara knalpot sembret khas suzuki Tornado yang kayaknya sering dipakek buat pengasapan diwilayah Tegalrejo sleman sana.

ternyata benar, mas bambank sang pemilik yang baru saja pendadaran tapi suka memundur2kan jadwal makan2nya datang sambil bawa tas ransel besar berisi laptop yang bikin dia mirip jin kura-kura. kurang kacamata item, kumis panjang putih ama baju pantai.

"mble, aku njaluk sound forge-e!!" kata mas bambang yang katanya sering dipanggil dengan sebutan "bams" oleh cewek2 idolanya di Fakultas Kedokteran UGM sana. segera ia mengeluarkan laptopnya, menaruhnya dimeja samping meja komputer en membukanya. wesss….. wallpapernya gambarnya pas main ke pantai Drini ama kita-kita… terlihat mas bambang disudut foto, memandang laut didepannya. terus ada tulisannya, dikasih pakek photoshop, mesti.

TRUSH THE DIETITIAN TO KNOW ABOUT NUTRITION

hah? nggak salah nih?

buahahahahahahh……. TRUSH!! buahahahaahhaaha…..

aladene ELTI level dhuwur!!

(sorry lho mbank, cuma bercanda…)

BEST SPY EVER!!

ada yang tahu?? ini adalah foto seorang yang benar2 berdedikasi terhadap misinya. jika memang kita obyektif, maka sama seperti PKI, Che Guevara, bahkan Abdullah Bin Ubay, tokoh ini sangat pandai, lihai dalam strategi politik dan mengalahkan lawan. jika Lauwernce20of20arabiaPKI dikenal sebagai partai komunis indonesia yang mampu berkembang pesat, Che Guevara adalah seorang pemimpin revolusi dan gerilya yang paling berdedikasi terhadap perannya dan Abdullah Bin Ubay adalah tokoh yang sangat pandai menghasut lawan, maka tokoh ini adalah tokoh yang mampu memimpin gerilya, mampu mempengaruhi bahkan emir-emir arab, dan kekuatannya berkembang pesat.

dia adalah Thomas Edwards Lawrence, atau lebih dikenal sebagai Lawrence of Arabia. kemampuan berstrateginya, baik strategi politik, diplomasi, maupun militer dalam hal ini gerilya, mampu membuat Arab - terutama arab saudi- memisahkan diri dari kekilafahan Turki Ustmani. pastilah kita akan memandangnya sebagai setan yang telah memecah belah kekhalifahan, jika kita memandangnya secara subyektif, namun jika kita mampu dan berani memandang sang tokoh ini secara obyektif, maka kita akan melihat suatu kecerdasan dan kemampuan yang besar dalam diri TE Lawrence ini. kemampuan inilah yang sebaiknya kita kuasai, kita contoh, sehingga kemampuan kita tidak kalah dibanding kemampuan musuh yang terus berkembang, dalam dunia peperangan mata-mata.

"jangan pernah memandang rendah musuh, karena mereka mempunyai kemampuan untuk melawanmu"

saat aku bangun tidur, baru aku ingat siapa dia yang telah membuatku mengatakan kalau kau tidak menyukaiku lagi…

"yak, kamu kok gitu sih sama dia?" katanya. :emang kenapa?" tanyaku. dulu setelah kau berikan surat itu padaku, surat yang telah meretakkan hatiku, aku masih saja mencoba untuk mendekatimu. berbagai cara kucoba untuk mendapatkan hatimu kembali, karena isi suratmu yang tang jelas bagi diriku. "ngambang" buatku saat itu. terus saja aku mencoba untuk mendekatimu, mencoba mendapatkan hatimu kembali, lalu tiba-tiba…

"yak, udah tho yak, kamu kok masih ngejar-ngejar dia sih?" kata sosok itu, yang saat itu memang lebih sering bersama denganmu dibanding teman sebangkumu. "emang kenapa sih?" tanyaku. memang saat itu jilbab putih sudah selalu kau kenakan, namun apakah itu adalah alasan sehingga kau tidak mencinta? apakah seorang yang berjilbab panjang harus meminggirkan cinta? toh aku tidak memintamu untuk selalu berduaan denganku… aku tidak memaksa mengantarkanmu pulang… aku tidak pernah menyentuhmu bahkan seruas jaripun… bahkan berdekatan aku tak pernah… aku hanya ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu… dan berharap tahu perasaanmu padaku…

"dia itu sudah gak suka sama kamu!" kata dia lagi. benarkah itu? tanyaku dalam hati. saat itu aku terpaksa percaya dia, karena dia selalu berada didekatmu, bahkan saat kau sedang duduk dalam forum kecil melingkar di sudut sekolah…

"iya!! dia itu justru nggak suka banget ama kamu, yang suka ngejar2 dia!! dia itu dah males sama kamu, tau nggak?!" oh, begitu? kata hatiku. saat itu aku membenci dirimu…membenci dirinya… membenci kalian yang suka duduk melingkar di sudut sekolah… membenci semua kata2 yang suka dikatakan mas yang disebut mentor…

dan baru saat ini, saat aku mengingat kejadian yang sebenarnya…

baru kali ini aku membenci jama’ah ini sehebat ini… tapi bagaimana lagi… ini juga jama’ahku…

(kenangan kelas dua, setelah aku mendapatkan surat putus darimu…)

Surat Cinta Buatmu…

June 19, 2007

kok yayak nggak semangat sih? biasanya yayak semangat…

itu yang membuatku tertegun. apakah benar aku biasanya semangat? atau aku selalu semangat hanya saat ada kamu? jelas, saat ada kau aku selalu semangat, dinda…

saat aku ingat semua yang terjadi saat bersamamu, memang saat ada kamulah aku mempunyai semangat itu… saat melihat senyummu, saat melihat wajah manismu… saat mendengar suara lembutmu… tapi bukan itu yang membuatku terus mampu mengarungi hidup…

mungkin selama ini kau ada di hari dan malamku… entah kau yang sebenarnya, atau hanya kau yang suka berlari dalam anganku… sungguh, aku tak mampu membedakannya… karena seluruh gambaran tentangmu sangat terlihat nyata…

namun sungguh, bidadariku… bukan senyummu yang membuatku mampu mengarungi dunia… nukan juga wajah manismu, atau suara lembutmu…

bukan juga sms semangat yang selalu kau kirimkan padaku… bukan pula misscall di hari2 ku… bukan pula bisikan lembut menjelang tidur, atau deringan handphone menjelang subuhmu…

bukan semua itu yang menjadi semangatku… sesungguhnya kaulah yang menjadi semangatku… kau yang dulu selalu memperhatikanku, ataupun kau yang sekarang, yang telah semakin melupakanku…

duhai kekasih, aku tak mungkin mampu melupakanmu, selama kau masih berlari-lari di pikiranku… dan sungguh aku tak ingin melupakanmu… jika ternyata kau juga membutuhkanku, maka ketahuilah, bahwa hatiku selalu terentang untuk memeluk hatimu…

selama ini aku tak mampu memandangmu, karena sungguh aku merasa kau terlalu tinggi tuk diraih… namun aku tak mampu membohongi hatiku… aku masih terus memikirkanmu…

karena itu jika kau memang tak ingin mendekatiku yang masih tertatih disini, saat kau sudah mencapai langit biru di atas sana, tolong berbohonglah padaku…

sungguh, kaulah semangatku…

aku tahu, kau telah menemukan cinta lain yang selama ini telah menjaga dan membimbingmu saat aku tak ada… menyanjungmu setinggi-tingginya dan mampu menghangatkan hatimu, dan jika memang dialah pilihanmu, maka pergilah saat kau harus pergi, namun sebelum kau benar2 harus pergi, kuharap kau masih bisa berada disini…

jika ini masalah cinta, sayangku… maka akupun mencintaimu… bukan, ini bukan masalah siapa yang mencintaimu lebih… ini masalah siapa yang kau pilih…

sunguh berat berada di dalam ketidak pastian, bersama harapan yang timbul tenggelam…

ya, aku memang pencemburu, ku akui itu… namun jika kau mau sedikit terus terang, bahkan kucingpun akan berusaha berbicara, demi bidadarinya… demikian juga aku…

demikian bidadariku… hatiku telah berbicara…

aku masih merindukanmu…

makasih dee-chan….

June 19, 2007

Thanks fur your spirit…

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah
mutiara yang memiliki pancaran
keindahan kita masing-masing, seperti
apapun adanya kita pada awalnya. Kita
hanya harus menyepuhnya untuk
membuatnya menjadi berharga. Dan
proses menyepuh ini, banyak cara dan
jalannya.

Rintangan, hambatan, pengalaman,
pembelajaran, baik oleh diri sendiri
maupun oleh orang lain, tidak akan
menjadi masalah. Karena pada dasarnya
kita adalah mutiara. Kita hanya harus
berusaha semaksimal kita, membuka
mata, buka telinga dan buka hati.

Hanya satu awal yang perlu kita
lakukan: itikad dan keyakinan untuk
menjadi mutiara. Sungguh saya ingin
menjadi mutiara, melalui berbagi dan
berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi
mutiara seperti apa yang engkau
inginkan?

-makacih, dee-chan, sudah mau dengerin curhatku…-

DOKUMEN HASIL STUDI 
Nama : SATIYA JATI    
Nomor Induk Mahasiswa : 022214001    
Fakultas : BAHASA DAN SENI    
Program Studi : Bahasa dan Sastra Inggris    
Jenjang Program : Strata 1    
Tanggal Lulus :      
  Jumlah Mata kuliah   :  64

No. Kode Nama Matakuliah SKS. Nilai Huruf Nilai Angka x SKS TA. Sem
1 ING2111 Listening I 2 B 6.00 2002 1
2 ING2112 Berbicara I 2 A 8.00 2002 1
3 ING2113 Membaca I 2 B 6.00 2002 1
4 ING2114 Menulis I 2 B- 5.50 2002 1
5 ING2116 Phonetics 2 0.00 2002 1
6 MDK4110 Sejarah Pemikiran Modern 4 B- 11.00 2002 1
7 MKU2101 Pendidikan Agama Islam 2 A- 7.50 2002 1
8 MKU2208 Ilmu Alamiah Dasar 2 B 6.00 2002 1
9 MKU2213 Bahasa Inggris 2 A- 7.50 2002 1
10 ING2121 Menyimak II 2 A 8.00 2002 2
11 ING2122 Berbicara II 2 B- 5.50 2002 2
12 ING2124 Menulis II 2 B+ 6.50 2002 2
13 ING2125 Tata Bahasa Inggris II 2 B 6.00 2002 2
14 MDK2461 Bahasa Inggris : Membaca II 2 A- 7.50 2002 2
15 MDK4120 Manusia dan Kebudayaan Indonesia 4 B+ 13.00 2002 2
16 MKU2106 Pendidikan Pancasila 2 B 6.00 2002 2
17 MKU2210 Pend. Kependudukan dan Lingkungan Hidup 2 B 6.00 2002 2
18 MKU2211 Pendidikan Kewarganegaraan (kewiraan) 2 B 6.00 2002 2
19 ENG203 Listening III 2 A 8.00 2003 1
20 ENG211 Reading III 2 A- 7.50 2003 1
21 ENG216 Writing III 2 C 4.00 2003 1
22 ENG221 Structure III 2 C 4.00 2003 1
23 ENG225 Introduction to Linguistics 2 D 2.00 2003 1
24 ENG236 Translation II 2 B- 5.50 2003 1
25 SEN204 Vocabulary II 2 0.00 2003 1
26 SEN211 British Culture & Literature 2 B 6.00 2003 1
27 ENG204 Listening IV 2 A 8.00 2003 2
28 ENG212 Reading IV 2 B+ 6.50 2003 2
29 ENG222 Structure IV 2 0.00 2003 2
30 SEN201 Speaking V 2 0.00 2004 1
31 SEN438 Contrastive Semiotics*** 4 B 12.00 2004 1
32 SEN439 Translation Studies*** 4 B 12.00 2004 1
33 SEN205 Aesthetics 2 C+ 4.50 2004 2
34 SEN206 Semiotics 2 A- 7.50 2004 2
35 SEN212 American Culture & Literature 2 A- 7.50 2004 2
36 SEN242 Method. of Transl. Research*** 2 0.00 2004 2
37 SEN440 Trans. Text Analysis*** 4 B+ 13.00 2004 2
38 BSF202 Apresiasi Seni 2 B 6.00 2004 3
39 ENG231 Introduction to Literature 2 C 4.00 2004 3
40 ENG229 Semantics 2 B 6.00 2005 1
41 SEN213 Australian Culture & Literature 2 A- 7.50 2005 1
42 SEN243 Seminar on Translation*** 2 B- 5.50 2005 1
43 SEN441 Translation Practicum*** 4 B+ 13.00 2005 1
44 ENG230 Socio Linguistics I 2 0.00 2005 2
45 ENG232 Prose I 2 B 6.00 2005 2
46 ENG233 Drama I 2 0.00 2005 2
47 ENG234 Poetry I 2 D 2.00 2005 2
48 SEN109 Book Report II 1 0.00 2005 2
49 SEN203 Writing VI 2 0.00 2005 2
50 SEN214 Quantitative Research 2 D 2.00 2005 2
51 SEN215 Qualitative Research 2 0.00 2005 2
52 SEN248 Film Analysis**** 2 0.00 2005 2
53 UNU315 KKN 3 A- 11.25 2005 3
54 ENG207 Speaking III 2 0.00 2006 1
55 ENG213 Reading V 2 0.00 2006 1
56 ENG218 Writing V 2 0.00 2006 1
57 ENG223 Vocabulary I 2 0.00 2006 1
58 ENG226 Phonetics and Phonology 2 C 4.00 2006 1
59 ENG227 Morphology 2 C+ 4.50 2006 1
60 ENG228 Syntax  2 0.00 2006 1
61 ENG235 Translation I 2 A 8.00 2006 1
62 ENG208 Speaking IV 2 0.00 2006 2
63 ENG217 Writing IV 2 0.00 2006 2
64 SEN202 Reading VI 2 B+ 6.50 2006 2

JUDUL SKRIPSI :

Indeks Prestasi :     3.01
Total SKS :     140
SKS Nilai :     105
Nilai kosong :     35 SKS
Nilai :     316.25
Predikat :          Sangat Memuaskan

maafkan aku jika belum bisa memenuhi keinginanmu dalam waktu dekat ini ibu, namun aku berjanji aku akan berusaha keras…

Rinduku Padamu…

June 11, 2007

Rinduku padamu

rinduku pada kematian, jasad terserak, raga langsung ke surga
rinduku pada kehidupan, dipuncak dunia, membawa panji hitam

rinduku pada ibu, belai sayang disela sedu sedanku
rinduku pada ayah, keras ajariku menempuh waktu

rinduku pada rindumu, mengganggu malam-malam sepiku
rinduku pada bencimu, dengan alasan yang benar lugu

rinduku pada laut, tembok karang dan burung elang
rinduku pada gunung, tonggak hijau lebat terbentang

rinduku pada surga, indah dan tanpa duka
rinduku pada neraka, cerita agar ku menjauhinya

rinduku pada Amerika, kemapanannya, tentu saja
rinduku pada Palestina, jalan indah masuk ke surga

rinduku pada keramaian, bersenda gurau nikmati dunia
rinduku pada sepi, merenngi makna hidup ini

rinduku pada fana, berlari dengan peluh
rinduku pada maya, lintasi dunia tanpa jenuh

rinduku pada harta, membuat anak-anak bersekolah lagi
rinduku pada papa, memahami berat hidup ini

rinduku pada urban, tak kuat kau binasa
rinduku pada desa, keramahan berbudaya

rinduku pada mekah, airmata tak berhenti mengucur
rinduku pada shiang hai, decak tak terhenti bertutur

rinduku pada washington, bersatu demi suatu yang baru
rinduku pada jerusalem, batu jadi peluru debu jadi mesiu

rinduku padaMu, tak terukur waktu
rinduku padamu, tak berbatas qolbu